RFID Kartu Kredit ~ The dark side
Stand Up Comedy
Halo..udah lama jg rasanya gw ga nulis-nulis blog lagi. Alasannya yah sedikit terlihat klasik belum nemu materi yg pas dan adanya niat untuk nulis. Hehehe…
Nah kali ini gw cm ingin sedikit berbagi hal-hal yang belakangan ini lagi demen gw lakuin yaitu nonton stand up comedy, baik dari youtube maupun di tv. Dan seperti biasa diawal gw akan sedikit jelaskan tentang apa itu stand up comedy.
Another RFID
Sebenernya gw udh pernah sedikit membuat artikel tentang RFID. Namun mungkin masih ada yang kurang jelas tentang bagimana sih RFID itu. Nah disini gw mau sedikit share video yang menjelaskan manfaat RFID secara simple dan menarik. Enjoy it.
Movie Review : The Insider
Kali ini mau share sedkit tentang movie review film The Insider. Memang film ini sudah lama sih, tp ya berhubung kebetulan karena sesuatu hal, akhirnya gw membuat review dari film ini di doc. Gw pikir sayang jg sih kalo ga gw post di blog. So jadilah seperti berikut hasilnya.
The Insider adalah sebuah film yang ditayangkan di tahun 1999, yang diangkat dari kisah nyata acara televisi CBS yang bernama “60 Minutes”. Dikisahkan disini seorang mantan wakil kepala divisi research & development perusahaan rokok, Brown & Williamson (B&W) Tobacco Company, Jeff Wigand yang diperankan oleh Russell Crowl, dikeluarkan dari perusahaannya karena idealismenya sebagai ilmuan.
Dia menemukan bahwa pada rokok terdapat tambahan zat adiktif yang bersifat karsinogen dan juga membuat orang kecanduan. Idealismenya tersebut membuat dia ingin untuk mengungkapkan kebohongan yang diceritakan oleh CEO kepada public tentang bahaya dari zat nikotin.
Serbuan Maut (The Raid)
3D Printing
Guy Kawasaki : entrepreneurship and the "Art of the Start"
END OF POST. THERE IS NO MORE
Kamen Rider
*[1971] 1-Go & 2-Go
*[1973] V3
*[1974] X
*[1974] Amazon
*[1975] Stronger
*[1979] SkyRider
*[1980] Super-1
*[1987-1989] Black & Black RX
Perusahaan Film Asing Resmi Tinggalkan Indonesia
Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film asing di Indonesia, resmi menarik filmnya dari seluruh bioskop di Tanah Air.
Tindakan MPA itu merupakan respons kebijakan bea cukai Indonesia yang memberlakukan bea masuk atas hak distribusi film impor sejak Kamis, 17 Februari 2011.
Kepergian MPA dari Indonesia jelas pukulan telak buat pengusaha bioskop. Pasalnya, MPA merupakan gabungan dari perusahaan film terbesar di Amerika yang filmnya didistribusikan hampir ke seantero dunia.
Tercatat, Walt Disney Company, Sony Pictures, Paramount Pictures, 20th Century Fox, Universal Studios, Warner Bros merupakan salah satu perusahaan film yang tergabung dalam MPA.
Bahkan distributor film Hollywood dan Mandari juga memutuskan hengkang dari industri bioskop Indonesia.
Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengikuti jejak Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film Amerika. IKAPIFI dan MPA serempak menyetop distribusi film ke Indonesia.
Dengan perginya distributor-distributor film asing di Indonesia menyisakan masalah tersendiri bagi pengusaha bioskop di Tanah Air. Praktis, bioskop hanya mengandalkan film lokal sebagai barang dagangannya.
Dampak negatif lainnya yang mungkin akan timbul jika distributor film asing berhenti mengirim film Hollywood, Mandarin, Eropa, dan India ke Indonesia. Bisa jadi konsumsi VCD atau DVD bajakan akan meningkat. Dan selain itu banyak juga karyawan yang terancam pengangguran jika bioskop-bioskop yang ada pada gulung tikar.
Parodi SM#SH
Gifted Hands : The Ben Carson Story

Entah kenapa jadi iseng update ini blog lagi. Mungkin ini juga karena kena pengaruh dari salah seorang teman ane yang tiba-tiba bilang lagi iseng update blog-nya, dan langsunglah ane teringat dengan blog ini.
Untuk berita update kali ini gw cerita tentang film yang gw tonton yg judulnya : Gifted Hands : The Ben Carson Story.
Menurut gw ceritanya ini cukup bagus untuk dapat memotivasi gw dalam menjalani hidup ini apalagi cerita ini diangkat dari kisah nyata.
Ceritanya ini sih tentang perjalanan hidup si Ben Carson dari dia kecil sampe akhirnya menjadi dokter neuro apa gt yg bagian otak yg paling wahid saat itu, dan itu semua juga berkat dukungan dari ibunya. Disini diceritakan saat dia hidup hanya bersama ibu dan abangnya. Ibunya ini cerai dengan suaminya karena ternyata suaminya menikah dengan wanita lain, jadi dia membesarkan kedua orang anaknya sendirian. Nah untuk menghidupi anak-anaknya, dia bekerja sebagai "cleaning-ladies" di rumah-rumah gedong. Dia sangatlah menyayangi anak-anaknya, maka dari itu dia tidak ingin anak-anaknya setelah dewasa nanti hidup seperti dia yang bodoh sehingga tidak bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik. Bahkan untuk membaca saja ternyata ibunya ini tidak bisa.
Agar anaknya dapat menjadi pintar, akhirnya dai menyuruh ben dan abangnya untuk mengurangi jatah menonton tiap minggunya dan mengganti jatah tersebut dengan menyuruh mereka pergi ke perpustakaan umum untuk membaca. Nah dari situlah awal semuanya, akhirnya dengan banyak membaca ben dan abangnya menjadi orang yg banyak mengetahui hal-hal yg baru dan memiliki pengetahuan yg luas. Padahal sebelum sering membaca si Ben selalu di olok-olok oleh teman-temannya sebagai orang yang sangat bodoh. Namun disini si ibu selalu mengingatkan bahwa tidak ada orang yg bodoh, dan km itu hanya belum tau cara bagaimana memaksimalkan kemampuan yg kamu punya. Akhirnya setelah dewasa ben-pun menjadi dokter. Saat menjadi dokter pun, saat dia menghadapi kesulitan ibunya selalu dapat memberi dia motivasi, dan mengatakan, jika orang bisa, maka kamu pun bisa, tapi bedanya km pasti bisa mengerjakan itu dengan lebih baik.
Yah untuk lebih lengkapnya silahkan di tonton aja filmnya. Dan menurut gw film ini mengajarkan untuk bagaimana kita memanfaatkan waktu yg kita punya untuk hal-hal yang berguna kelak. Selain itu, ini juga mengingatkan kita bahwa kita ini pasti mampu untuk menjadi apa yg kita mau, namun jika kita menghadapi kesulitan, itu hanya karena kita belum tau bagaimana cara memanfaatkan kemampuan yang kita punya untuk menghadapi kesulitan tersebut. Dan yang terakhir, jika orang lain mampu, maka kita pun pasti mampu, dan kita haruslah berbuat lebih baik dari orang tersebut.
Hati-hatilah bermain wii
END OF POST. THERE IS NO MORE
Movie Review : Astro Boy (2009)
Mari mengkhayal lagi… Di masa depan, semua pekerjaan dilakukan oleh robot, mulai dari memasak, merawat bayi, sampai membersihkan sampah. Robot-robot yang sudah hampir rusak lalu dibuang begitu saja hingga karat yang menghabisi hidup mereka sendiri. Karena sudah terlalu penuh dengan bangkai robot, maka pemerintah kota Metro lalu menerbangkan kota itu ke langit. Maka manusia kota Metro hidup dengan kecanggihan teknologi, sementara manusia permukaan hidup dengan bangkai-bangkai robot buangan.
Pencipta robot-robot itu adalah Dr. Tenma (voice: Nicholas Cage), ayah dari Toby (voice: ). Toby sendiri sangat pintar dalam teknologi dan mesin, mewarisi bakat ayahnya. Ketika itu tengah ditemukan sumber energy baru bernama Blue Core, hasil energy positif dari benda luar angkasa yang terjatuh di bumi. Tapi benda itu juga menyisakan Red Core, energy negative yang tak stabil dan berbahaya. Presiden Metro, Stones (voice: ), ingin memasukkan Blue Core ke dalam robot Peacekeeper, sebuah robot yang akan digunakan untuk melawan manusia penghuni permukaan. Melihat kekuatan Red Core, Presiden meminta untuk memasukkan energy tersebut pada Peacekeeper. Hal itu ditentang oleh Dr. Elefun (voice: ), sahabat Dr. Tenma, tapi presiden memaksa. Lalu seketika robot itu menjadi tak terkendali dan mulai menembaki
sekelilingnya. Tenma menekan tombol untuk mengurung robot itu, namun tak disangka Toby, yang diam-diam mengikuti ayahnya, ikut terkurung. Peacekeeper mengaktifkan fungsi untuk memusnahkan kurungan itu dan seketika Toby ikut lenyap. Dr. Elefun lalu menancapkan sumber Blue Core pada Peacekeeper dan robot itupun meledak. Yang tersisa, hanyalah topi milik Toby.
Toby tersadar dan mendapati dirinya berada di atas tumpukan rongsokan robot-robot. Tiba-tiba robot-robot itu hidup dan meminta sumber energy Toby yang masih baru. Toby melarikan diri lalu diselamatkan oleh anak-anak manusia permukaan. Salah satunya bernama Cora (voice: ), yang juga berasal dari Metro City dan melarikan diri dari orang tuanya. Toby memperkenalkan dirinya bernama Astro. Kemudian, Astro pun menjadi bagian dari keluarga Hameeg (voice: ), orang yang menjaga dan (sepertinya) memimpin anak-anak permukaan (tak diketahui kemana orang tua mereka). Hameeg juga mengumpulkan bagian-bagian sisa dari robot yang sudah tak terpakai dan membuatnya jadi robot baru. Saat sedang mencari robot, Astro, Cora dan teman-temannya menemukan robot besar yang sudah tak bergerak lagi. Astro masuk ke dalam robot yang bernama Zog (voice: ) itu dan mengalirkan sebagian energy Blue Core padanya. Zog pun hidup kembali. Hameeg ternyata menganggap robot hanya sebagai mesin belaka, yang tak punya perasaan. Hameeg pula yang menggelar pertandingan antar robot. Astro yang tak setuju dengan hal itu lalu mencoba menghentikan Hameeg. Namun Hameeg
Tiba-tiba pesawat dari Metro City datang. Astro tak bisa melawan dan ikut dengan Presiden Stones. Mereka membawa Astro pada Dr. Tenma yang akan memindahkan Blue Core Astro pada Peacekeeper. Dr. Elefun berusaha membujuk Tenma bahwa apa yang dilakukan itu salah. Dr. Tenma mengambil Blue Core dari Astro dan Astro pun padam. Tapi kemudian ia memasukkan lagi energy itu pada Astro. Presiden Stones yang marah lalu memasukkan Red Core pada Peacekeeper. Tak disangka, Peacekeeper menyedot Stones dan menjadi satu dengannya. Ia lalu memburu Astro. Penduduk Metro City panic dengan kedatangan Peacekeeper yang sangat besar dan menghancurkan gedung-gedung Metro City (Peacekeeper bisa menyedot benda apa saja yang ada dan menjadi satu dengan benda itu). Teman-teman Astro yang ingin datang membantu malah ditangkap oleh Stones. Astro pun menyadari alasan ia dibuat, yaitu untuk menghancurkan peacekeeper dan menyelamatkan Metro City.Astro meluncur ke jantung Peacekeeper, ke tempat Red Core dan terjadilah ledakan dahsyat.
Pembahasan… awalnya saya pikir film ini akan berjalan seperti layaknya film anak-anak. Ringan, datar, dan membosankan. Tapi kemudian bisa kita lihat, bahwa konflik yang terjadi tak seringan itu. Apalagi dengan gambar animasi yang sungguh menggambarkan bumi masa depan dengan segala kecanggihannya, membuat film ini terasa menyenangkan dan membawa kita mengingat serunya saat-saat membaca komik Astro Boy. Dari segi gambar dan suara, film ini bisa dikatakan memuaskan.Movie Review : 9 (2009)
Film dengan tema manusia versus mesin memang tak ada habisnya, khususnya akhir-akhir ini. Tapi bagaimana bila para mesin tak jua dapat dikalahkan padahal manusia hampir punah? Jawabannya ada pada boneka robot yang diberi jiwa sang manusia. Seperti tag film ini, when our world ended, their missionbegan.
Pembuat mesin dan boneka-boneka robot tersebut bernama THE SCIENTIST (voice: Alan Oppenheimer). Di awal cerita terlihat THE SCIENTIST sedang menjahit dan menyusun sebuah boneka robot. THE SCIENTIST memasukkan sebuah piringan ke dalam baju robot tersebut lalu menutup resletingnya. Di bagian punggungnya tertulis besar angka 9. Pada adegan berikutnya tampak 9 (voice: Elijah Wood) bangkit dan ‘hidup’.Ia berjalan keluar kamar dan melihat bumi yang hancur. Yang tersisa hanya puing bangunan. Ia menyusuri jalanan dan bertemu dengan 2 (voice: Martin Landau). 9 yang awalnya tak bisa berbicara lalu diotak-atik oleh 2 sehingga dapat berbicara. Sementara 9 mempertanyakan banyak hal, muncul robot besar menyerang mereka. Piringan yang ada dalam tubuh 9 terjatuh dan diambil robot tersebut. 9 berusaha mengambilnya tapi dihalangi 2. 2 merelakan dirinya dibawa sehingga 9 bisa bersembunyi.
Berikutnya, 9 dibawa 5 (voice: John C. Reilly) ke tempat persembunyian boneka-boneka robot dimana di sana terdapat 1 (voice: Christopher Plummer), sang pemimpin kelompok itu, 8 (voice: Fred Tatasciore), bodyguard 1, dan 6 (voice: Crispin Glover) boneka yang selalu menggambar symbol yang terdapat pada piringan. Saat 9 bertanya tentang piringan tersebut, 6 selalu hanya menjawab, “The source… The source”. 9 dan 5 memutuskan untuk keluar dan pergi menyelamatkan 2, sebuah hal yang dianggap sia-sia oleh 1 karena mengira 2 pasti takkan selamat. Meskipun demikian, mereka tetap pergi. Mereka lalu memasuki sebuah gua dengan jejak robot di luarnya. Dan benar saja, 2 ada di sana, dalam sebuah kurungan, bersama dengan piringan, sementara robot itu ada di sebelahnya, sibuk dengan suatu hal. 9 dan 5 segera membebaskan 2 tapi ketahuan. Saat mereka sedang bertarung, muncul 7 (voice: Jennifer Connelly) mengalahkan robot tersebut.


Movie Review : G-Force
G is for Guinea Pigs in G-Force. Sebuah film dengan tokoh utama tiga guinea pig yang memiliki kemampuan seperti layaknya agen khusus. Ditambah seekor mole yang menguasai alat-alat teknologi tinggi, mereka mendapat sebuah misi untuk menyelamatkan dunia. Sayang, misi itu tak berjalan lancar dan mereka dianggap menyia-nyiakan uang pemerintah. Saat hendak ditangkap, mereka melarikan diri dan berakhir di sebuah toko binatang.
Lalu dimulailah perjuangan mereka untuk kembali sekaligus membuktikan diri bahwa mereka memang pantas menjadi agen rahasia. Perjuangan ini juga bukannya mudah. Mereka awalnya terpisah-pisah, bahkan si mole masuk ke truk penghancur sampah dan dikira tewas, tapi akhirnya bisa bersatu kembali untuk melawan sebuah ancaman bagi dunia, yaitu sebuah perusahaan besar yang memproduksi elektronik di seluruh penjuru dunia. Pada tiap benda elektronik tersimpan sebuah chip yang bisa mengubah perangkat tersebut menjadi robot dan menyerang manusia pada waktu yang telah ditentukan.
Dan kekacauan pun terjadi di seluruh kota. Terutama di toko-toko yang menjual elektronik. Puluhan elektronik menggabungkan diri menjadi satu robot raksasa. Saat dilihat siapa yang mengendalikan robot tersebut, ternyata adalah si mole yang ternyata masih hidup. Ia-lah dalang dibalik semua kekacauan ini dan yang menciptakan chip tersebut. Rupanya ia dendam pada manusia karena keluarganya dulu dihabisi dengan semprotan pembunuh hama. Tapi kemudian teman-temannya menyadarkan bahwa merekalah keluarganya. Tersadar, ia segera mematikan robot-robot tersebut. At the end, pasukan G-Force berhasil mendapat kepercayaan pemerintah dan menjadi the secret agent yang sesungguhnya. Sementara si mole menghabiskan waktunya dengan mencabuti chip-chip yang tersimpan di barang-barang elektronik ciptaannya.
Pembahasan… Secara keseluruhan tak ada yang istimewa dari film ini. Apalagi setelah menonton 3D dalam film The Final Destination, film G-Force sungguh tak memberikan kesan dari segi visualnya. Ditambah dengan jalan cerita yang (lagi-lagi) terlalu cepat, istilah-istilah yang asing di telinga, dan pengucapan yang (rasanya) kurang jelas, membuat topic permasalahan film ini agak susah dimengerti. Bagian yang menarik dan tak terduga hanyalah saat terkuaknya tokoh mole yang ternyata menjadi biang keladinya.
Movie Review : The Final Destination
Seri (yang tampaknya) terakhir dari Final Destination ini ditampilkan dalam format 3D. Kembali berkisah tentang orang yang mendapat penglihatan mengenai kejadian maut yang akan menimpa mereka. Kali ini, maut mengambil korbannya di sebuah lintasan balap nascar. Dari awal film, penonton sudah disuguhi dengan gambar-gambar mobil berpacu kencang ke arah layar (penonton). Karena itu, rekomendasi saya bila anda ingin menonton film ini, tontonlah di teater 3D, karena berikutnya paku-paku, pisau, bahkan batu siap melayang ke arah anda.
Bermula dari pemuda bernama Nick (Bobby Campo) yang menonton balapan bersama pacarnya, Lori (Shantel VanSanten), sahabatnya, Hunt (Nick Zano) dan kekasihnya Janet (Halley Webb). Selama balapan berlangsung, NICK juga memperhatikan beberapa penonton lainnya, seperti seorang wanita yang memaksa memakaikan tampon di kuping kedua anak laki-lakinya, dua pasangan kekasih, seorang pria berpakaian koboi, dan seorang petugas penjaga keamanan. Di tempat lain, di bagian pitstop arena, mobil-mobil antre menunggu perbaikan mobilnya selesai dilakukan. Sebuah obeng tertinggal di salah satu mobil yang langsung melesat meninggalkan pitstop. Obeng tersebut jatuh di tengah lintasan, dihantam ban mobil-mobil yang lewat dan tak berapa lama kecelakaan maut itu dimulai. Berawal dari mobil-mobil yang saling bertabrakan, menghantam pagar di depan bangku penonton, sebuah ban melayang menghempas kepala wanita yang datang bersama anak-anak tadi. Bangunan arena mulai roboh dan puing-puing menimpa penonton, tak terkecuali si petugas penjaga juga LORI. NICK ikut terhempas dan sebuah besi menembus punggung sampai ke dadanya.
Tersadar dari penglihatannya, NICK segera meminta teman-temannya untuk keluar. Sempat menimbulkan keributan sehingga beberapa orang (yang disebut di atas) juga ikut keluar, kecuali wanita dari 2 pasang kekasih itu dan si pria koboi. Tak berapa lama, terdengar suara keras dari dalam arena, orang-orang berlari keluar dan api besar membara. Lebih dari 50 orang tewas di arena tersebut. Penglihatan NICK tak berhenti disitu, ia sering melihat hal-hal yang tak berhubungan berkelebat dalam pikirannya. Dan setiap kali mendapat penglihatan, sesaat kemudian orang-orang yang terlibat dalam balapan mati dengan tragis. Diawali dari salah satu pria yang kekasihnya tewas, lalu wanita dengan 2 anak lelakinya (tak jelas apakah kedua anaknya sebenarnya tewas atau tidak dalam penglihatan NICK, yang pasti mereka tidak mati di kenyataannya).
NICK dan LORI kembali ke arena balap supaya NICK bisa mengingat urutan kematian orang-orang tersebut. Tiba-tiba se petugas penjaga, George (Mykelti Williamson) datang menghampiri dan berkata bahwa rekaman video pengawas mungkin bisa membantu mereka. Dari rekaman tersebut, diketahui bahwa selanjutnya yang akan tewas adalah seorang pria yang istrinya juga tewas saat itu, kemudian HUNT dan Janet, lalu BB dan LORI, dan terakhir NICK. Keesokannya, NICK, LORI, dan George menemui pria tersebut di tempat kerjanya. Pria itu tak percaya dan (yahhh….) maut itu datang. Well, rasanya cukup sampai di sini resensi film ini. Tak bagus rasanya bila anda melewatkan keseruan dan kejutan-kejutan selanjutnya bila anda sudah tahu endingnya. Yang pasti, you can’t run from your destiny.
Pembahasan… tak banyak yang bisa dibahas dalam film ini selain aksi-aksi sadis yang tampaknya cukup banyak disensor (atau mungkin memang tak ada. Entahlah…) sebelum diputar di bioskop tanah air. Dengan durasi film kurang lebih 90 menit, adegan demi adegan terasa berjalan terlalu cepat seakan maut tak mengenal kata istirahat. Bisa jadi film ini memang dikhususkan untuk format 3D karena begitu banyak adegan yang ‘menohok’ mata. Karena itu rasanya sayang bila menonton film horror pertama yang diputar di jaringan duasatu ini tidak dalam format 3D.
Movie Review : The Proposal
Margaret Tate (Sandra Bullock) adalah seorang editor buku yang terkenal galak kepada siapapun terutama pada bawahannya. Ia tinggal di New York dan terancam dideportasi ke Kanada, negara kelahirannya, karena visanya sudah habis. Margaret lalu punya rencana untuk menikah saja dengan bawahannya, Andrew Paxton (Ryan Reynolds) dan berpisah setelahnya. Andrew kemudian mengajak Margaret ke rumahnya di Alaska agar Margaret bisa berkenalan dengan keluarganya. Dan bisa diduga, mulailah segala drama dan komedi yang dibawakan dengan apik oleh Sandra Bullock yang meski sudah berumur 45 tahun masih saja memerankan seorang wanita single mencari cintanya.
Maka berangkatlah mereka menuju kampong halaman Andrew di Sitka, Alaska. Mereka dijemput oleh Grace (Mary Steenburgen), ibu Andrew, dan Annie (Betty White), nenek Andrew, yang langsung menganggap Margaret sebagai wanita penyihir. Margaret awalnya mengira Andrew tinggal di rumah kecil dengan kamar sempit penuh barang, tapi saat mereka tiba di rumah Andrew, rumah luas bak villa miliarder itu sudah kedatangan kerabat keluarga besar Andrew menyambut kehadiran Margaret yang dikenalkan secara sinis oleh ayah Andrew (Craig T. Nelson) sebagai bos Andrew. Dan bisa diduga, hubungan Andrew dan ayahnya memang tidak baik. Tak ketinggalan mantan pacar Andrew, Gertrude (Malin Akerman). Andrew mengumumkan pertunangannya dengan Margaret saat itu. Oleh hadirin yang datang, mereka diminta berciuman. Bisa dibayangkan betapa kakunya ciuman itu, meski kemudian mereka terlihat menikmatinya.
Hari-hari Margaret berlaku layaknya tunangan Andrew pun dimulai. Dari diajak Grace dan Annie pergi ke klab penari erotis, Ramone (Oscar Nunez), sampai diminta untuk menikah saat itu juga di rumah Andrew. Dengan alasan Annie ingin melihat Andrew menikah sebelum ia meninggal, Margaret dan Andrew pun setuju untuk menikah keesokan harinya. Margaret lalu diajak untuk mengepas baju nikahnya yang juga dipakai oleh Annie dahulu. Bahkan Annie memberinya kalung warisan keluarga. Margaret sungguh terharu dengan hal itu dan merasa menyesal telah membohongi mereka. Tapi tak ada pilihan lain selain meneruskan rencananya.
Sekembalinya Margaret dan Andrew ke rumah, ayah Andrew telah menunggu mereka. Ia mendatangkan pengacara yang telah menyelidiki Margaret dan mengetahui bahwa Margaret dan Andrew berbohong tentang pertunangan mereka. Tapi Andrew tetap mengatakan bahwa ia adalah kekasih Margaret dan akan menikahi Margaret besok. Keesokannya, Margaret berjalan menuju altar. Ramone (tokoh serba bisa ini yang akan menikahkan mereka) membacakan janji pernikahan. Tetapi sebelum itu, Margaret membuat pengakuan. Ia yang meminta Andrew untuk menikahinya agar tak terdeportasi. Dan ia juga tak bisa menghancurkan ketulusan keluarga Andrew dengan membohongi mereka. Margaret segera pergi dan pulang ke New York.Margaret sedang membereskan barang-barang di kantornya, saat Andrew dengan nafas tersengal-sengal memanggil dan menyatakan perasaannya pada Margaret. Bahwa sejak mereka berciuman ia sudah jatuh cinta kepada Margaret. And so they ended happily together.
Pembahasan…film drama komedi memang tampaknya sudah jadi keahlian Sandra Bullock meski ia sudah terlihat terlalu tua dalam film ini. Film berjalan ringan, kocak dan akhirnyapun sudah bisa diduga tapi tetap saja membuat anda terus memperhatikan perjalanan cinta Andrew dan Margaret. Tokoh Gert menjadi tokoh yang dirasa kurang penting karena hanya muncul di beberapa adegan. Bisa dibilang fungsi perannya hanya untuk menyadarkan Andrew saat ia ditinggal Margaret sehingga Andrew memutuskan untuk mengejar Margaret. Sementara tokoh Ramone, si penari erotis, pemilik toko makanan, sekaligus pendeta ini memberi tambahan sisi komedi film ini. Terakhir, credit title film ini diisi dengan adegan saat Margaret, Andrew, Ramone dan kedua orang tua Andrew diwawancara oleh petugas imigrasi. Berbagai hal ditanyakan untuk menjamin kebenaran status perkawinan Margaret dan Andrew. Termasuk pertanyaan siapa yang di atas saat mereka bercinta.
Alternatif cara memesan makanan di McD
END OF POST. THERE IS NO MORE
Movie Review : Harry Potter and The Half Blood Prince
Harry baru saja kembali dari pertempuran mautnya dengan Voldemort dan mambawa kabar bahwa Voldemort telah bangkit kembali. Adegan berganti saat Harry diajak Dumbledore untuk mengunjungi seorang penyihir bernama Horace Slughorn yang ternyata adalah bekas guru di Hogwarts dan pernah mengajar kedua orangtua Harry. Dumbledore bermaksud meminta Profesor Slughorn untuk kembali mengajar di Hogwarts. Slughorn menyanggupinya. Dumbledore lalu meminta Harry untuk mengakrabkan diri dengan Slughorn yang ternyata juga pernah mengajar bahkan dekat dengan Tom Riddle alias Voldemort.
Tahun ke-6 Harry bersama Ron dan Hermione dimulai di Hogwarts dengan kedatangan siswa-siswa baru penghuni Hogwarts. Harry yang sedang asyik melihat para murid-murid baru itu bersama Ron kemudian dipanggil oleh Profesor McGonagall untuk mengikuti kelas Ramuan yang diajar oleh Slughorn. Karena tak membawa buku, Harry dan Ron mengambil buku dalam lemari yang ada di kelas. Hanya tersisa 2 buku, 1 buku masih dalam kondisi baik, dan satunya sudah lusuh dan kumal. Mereka langsung berebut dan Ron mendapat buku yang masih baik. Slughorn memberi tugas kepada murid-muridnya untuk membuat ramuan Lelap dan sebagai imbalannya akan memberi ramuan Keberuntungan. Banyak murid yang tak berhasil termasuk Hermione. Harry lalu melihat banyak catatan dalam tulisan tangan mencoret-coret apa yang tertulis dalam buku itu. Harry lalu mengikuti apa yang ditulis dalam tulisan tangan dan ternyata bisa menghasilkan ramuan Lelap dengan sempurna. Harry pun mendapat kesan di mata Slughorn. Pada buku tersebut tertulis nama The Half Blood Prince- Pangeran Berdarah Campuran.
Harry, Ron dan Hermione sedang minum-minum di sebuah bar saat bertemu dengan Slughorn. Slughorn mengajak Harry dan Hermione untuk datang ke jamuan yang dibuat Slughorn. Harry tak sengaja melihat Draco Malfoy ada di sana juga, sedang mengikuti seorang anak perempuan masuk toilet. Saat mereka pulang, Harry melihat perempuan yang dilihatnya tadi bersama temannya sedang menggendong bungkusan. Temannya meminta agar ia tak membuka bungkusan itu tapi tetap saja dibukanya. Tiba-tiba tubuh gadis itu terangkat ke atas, melayang-layang di udara sebelum kemudian jatuh menghempas tanah. Hagrid muncul di belakang mereka dan langsung membawa gadis itu ke kamar perawatan. Gadis itu berkata bahwa mereka harus menyerahkan bungkusan itu kepada Dumbledore.
Dumbledore lalu membawa Harry ke ruang kerjanya. Ia meminta Harry untuk melihat ke dalam salah satu ingatan Dumbledore melalui pensieve. Harry kemudian melihat Slughorn sedang berbicara dengan Riddle. Riddle bertanya padanya tentang suatu rahasia ilmu hitam. Tapi tak kedengaran apa jawaban Slughorn. Dumbledore lalu berkata bahwa ingatan itu telah dirubah oleh Slughorn. Karena itu Harry harus membujuk Slughorn agar menceritakan kepadanya apa yang dikatakan kepada Riddle. Sementara itu, tim Quidditch Gryffindor sedang melakukan perekrutan anggota. Ron turut menjadi calon. Bersaing dengan Cormac yang juga berminat menjadi Keeper dan pada Hermione, sepertinya. Mereka berdua sama-sama jago, maka Hermione lalu mengeluarkan mantera supaya tangkapan Cormac meleset dan Ron berhasil diterima.
Harry dan Hermione lalu datang ke jamuan Slughorn dan melihat ada beberapa siswa lain di sana termasuk Ginny, Luna dan Cormac, yang senang sekali melihat Hermione disana. Sesudah jamuan itu selesai, Harry menunggu untuk tetap tinggal di sana. Mencoba bertanya tentang Riddle, tapi kemudian Slughorn tahu Dumbledore yang menyuruh Harry. Ia langsung meminta Harry pergi.
Hari pertandingan Quidditch tiba. Ron tampak gugup. Harry lalu meminta Ron untuk meminum sesuatu yang tampaknya sudah diberi ramuan Keberuntungan. Hermione tak setuju dengan rencana itu, tapi Ron tak peduli dan tetap meminumnya. Ron langsung menjadi percaya diri. Dengan kepercayaan diri itu, Gryffindor bisa menang dan Ron seketika menjadi pahlawan. Padahal Harry sesungguhnya tidak menuang ramuan itu kepada Ron. Tiba-tiba saja Lavender, siswi yang mulai melirik Ron karena Ron tiba-tiba terlihat keren itu, mencium Ron. Hermione langsung kecewa melihatnya dan pergi. Harry menyusulnya dan melihat Hermione sedang menangis. Tak lama Ron datang masih bermesraan dengan Lavender. Hermione yang marah mengirim mantera kepada burung-burung untuk menyerang Ron. Ron lalu kabur bersama Lavender, meninggalkan Hermione yang masih menangis di pundak Harry.
Slughorn kembali mengadakan pesta natal. Harry datang bersama Luna dan Hermione bersama Cormac, untuk membuat Ron cemburu. Padahal Ron masih asyik bermesraan dengan Lavender. Tiba-tiba penjaga Hogwarts membawa masuk Draco yang sedang mengawasi. Snapelangsung membawanya pergi. Di tempat yang sudah tak ada orang lagi, Snape memeperingatkan Draco supaya berhati-hati, termasuk ketika Draco memanterai gadis untuk memberi bungkusan itu. Harry yang menguping lalu mengejar Draco yang masuk ke dalam toilet dengan wajah pucat. Saat Draco menyerang Harry, Harry membalasnya dengan mantera Sectumsempra. Mantera yang dilihat Harry dalam buku Ramuannya. Draco langsung jatuh, berdarah-darah. Saat Snape datang, Harry langsung pergi sementara Snape terus mengucapkan mantera penyembuh di atas badan Draco.
Kembali ke ruang Gryffindor, Ron, Hermione dan Ginny sepakat bahwa buku tersebut membahayakan dan Harry harus menyingkirkan buku itu. Maka pergilah mereka ke Ruang Penyimpanan. Banyak barang-barang tua dan berdebu di sana. Salah satunya adalah sebuah lemari yang memiliki bentuk sama dengan yang dilihat Harry di Borgin and Burkes. Tetapi Harry tak tahu untuk apa lemari itu. Ginny lalu meminta Harry untuk menutup matanya selagi Ginny menyembunyikan buku teresbut. Sesaat kemudian Ginny kembali dan mencium Harry.
Untuk mendapatkan jawaban dari Slughorn, Harry kemudian meminum ramuan keberuntungannya. Ia langsung merasa bahwa ia harus pergi ke pondok Hagrid. Di tengah jalan ia bertemu dengan Slughorn yang menemaninya ke pndok Hagrid saat Hagrid sedang menguburkan Aragog. Hagrid lalu mengajak Slughorn minum-minum. Saat Hagrid sudah tertidur, Harry bertanya pada Slughorn yang masih mabuk tapi sadar. Harry menjelaskan bahwa ia membutuhkan informasi itu untuk melawan Voldemort. Slughorn lalu mengeluarkan benang ingatan dari dalam kepalanya dan langsung dibawa Harry ke pensieve Dumbledore. Mereka lalu masuk dalam ingatan Slughorn. Slughorn sedang berbicara dengan Riddle yang menanyakan apakah seseorang dapat membuat bagian dari dirinya sendiri. Slughorn mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan dengan membunuh orang dan kemudian bagian jiwa tersebut disimpan dalam benda dan disebut Horcrux. Dumbledore lalu menunjukkan kepada Harry tentang buku yang sudah bolong di tengahnya dan cincin hangus yang ternyata keduanya adalah horcrux Voldemort. Buku milik Riddle tersebut yang dulu pernah ditusuk Harry, sementara cincin itu dimusnahkan oleh Dumbledore sehingga tangan Dumbledore menjadi hitam seperti membusuk. Melalui cerita itu Dumbledore menyadari bahwa kedua benda tersebut adalah horcrux dan Voldemort masih mempunyai 5 Horcrux lagi.
Sebelumnya Dumbledore telah berkelana mencari horcrux itu. Ia ingin membawa Harry dengan syarat Harry harus menuruti semua perintah Dumbledore dan Harry menyetujuinya. Dumbledore dan Harry tiba di sebuah karang dan masuk ke bawah karang tersebut. Mereka lalu menyeberangi danau kecil dan tiba di sebuah pulau batu kristal. Di tengah pulau itu ada batu tinggi yang di tengahnya terdapat kumpulan air berwarna hitam. Dumbledore meminta Harry agar meminumkan air itu kepada Dumbledore dan Harry harus melakukannya sampai air itu habis tanpa peduli meskipun Dumbledore memintanya untuk berhenti. Harry melakukannya dan melihat bagaimana Dumbledore tersiksa sampai air itu habis dan mengambil sebuah liontin dari dasarnya. Dumbledore meminta air dan Harry mengambilnya dari pinggir pulau. Seketika ratusan zombie menarik Harry ke bawah danau. Dumbledore mengeluarkan lingkaran api dan membuat makhluk-makhluk itu menjauh kemudian cepat-cepat ber-Dissaperate dengan Harry.
Mereka tiba di menara lonceng Hogwarts. Dumbledore memintanya untuk memanggil Snape dan harus Snape. Harry menuruni tangga dan hendak keluar ketika Draco, Snape dan para Pelahap Maut datang. Mereka bisa masuk Hogwarts melalui lemari yang ada di ruang Penyimpanan. Lemari itu terhubung ke lemari di Borgin and Burkes. Harry langsung bersembunyi di bawah tangga dan melihat Draco mengacungkan tongkat sihirnya kepada Dumbledore. Para Pelahap Maut telah menyuruhnya untuk segera membunuh Dumbledore tapi Draco tak yakin melakukannya. Maka saat itu juga Snape langsung mengeluarkan kutukan Avada Kedavra dan Dumbledore terpental di dadanya, jatuh ke bawah menara. Harry langsung mengejar Snape, marah, berkata bahwa Snape pengkhianat. Harry melancarkan mantera Sectumsempra yang langsung ditangkis Snape. Snape kemudian menjawab bahwa ialah sang The Half Blood Prince. Sementara para murid dan guru bergegas mendatanginya tapi Dumbledore sudah tak bernyawa. Harry menangis dan Ginny memeluknya.
Harry menunjukkan liontin itu kepada Ron dan Hermione saat mereka sedang bertiga saja di menara lonceng. Ia menjelaskan tentang horcrux itu tapi liontin itu bukan horcrux yang asli. Saat liontin dibuka, mereka melihat sebuah kertas bertuliskan bahwa horcrux yang asli sudah diambil, oleh seseorang berinisial R.A.B. Harry kemudian memutuskan untuk keluar dari Hogwarts dan melanjutkan pencarian horcrux. Ron dan Hermione memutuskan untuk bergabung bersama Harry.
Pembahasan...banyak orang yang merasa kecewa dengan film ini karena banyak yang tidak sesuai dengan novelnya yang sudah termasuk tipis dibandingkan dengan seri lainnya. Adegan Dumbledore tewas berbeda dengan cerita aslinya. Kisah pemakaman Dumbledore pun dihilangkan. Secara keseluruhan film ini rasanya terlalu memadatkan cerita. Kisah tentang kehidupan The Half Blood Prince dan masa muda Tom Riddle juga tak dijelaskan. Seri ketujuh Harry Potter kabarnya akan dibuat menjadi 2 bagian film. Mungkin untuk mencegah pengaluran cerita yang buruk seperti dalam film ke-6 ini.



