Jumat, 2009 Juli 17

Movie Review : Ice Age 3

Jumat, 2009 Juli 17
Kembali menghadirkan Sid (voice: John Leguizamo), Manny (voice: Ray Romano), Elle (voice: Queen Latifah), dan Diego (voice: Denis Leary) dalam Dawn of the Dinosours. Manny dan Elle sedang menunggu kelahiran anak mereka, Sid yang melihatnya juga ingin berkeluarga. Sementara Diego yang merasa kehilangan sisi liarnya ingin pergi ke alam bebas. Sedang Scrat yang masih sibuk menggapai biji kelapa, mendapat saingan baru yaitu tupai betina yang awalnya memesona Scrat tapi kemudian bernafsu mendapat si biji.

Manny sangat antusias menunggu bayinya. Sid yang merasa terlupakan lalu ingin mempunyai keluarga. Sid lalu jalan-jalan dan menemukan 3 buah telur di gua bawah tanah. Sid kemudian membawa telur-telur tersebut. Tak disangka, itu adalah telur dinosaurus, tepatnya T-Rex. Sang Ibu T-Rex yang mencari anaknya lalu datang dan menakutkan penghuni Ice age. Saat Ibu T-Rex membawa anaknya pergi, Sid ikut terbawa. Maka, perjalanan untuk menyelamatkan Sid pun dimulai oleh Manny, Elle, dan Diego. Mereka masuk ke gua bawah tanah tersebut dan saat melihat ke sisi lain, mereka melihat dunia dinosaurus. Makhluk-makhluk besar tersebut hidup di bawah tanah yang penuh tumbuhan hijau. Para dinosaurus ternyata masih hidup di dunia bawah tanah Ice Age.

Menjelajahi dunia yang berbahaya itu mereka ditemani Buck, seekor weasel yang kehilangan sebelah matanya saat bertempur dengan Rudi, dinosaurus terbesar disana. Sebagai gantinya, Buck mengambil gigi Rudi yang ia gunakan sebagai belati. Hari berlalu. Elle tak disangka sudah siap melahirkan sementara mereka sedang berkelahi dengan dinosaurus pemangsa. Maka Manny pun berusaha menghalau para dinosaurus itu sementara Diego mencoba menguatkan Elle sementara Buck pergi menyelamatkan Sid. Setelah adegan penuh aksi itu selesai, lahirlah anak Manny dan Elle yang diberi nama Peaches.

Diego lalu mengajak Buck untuk kembali bersama mereka ke Ice Age. Tapi Buck menolaknya karena masih ingin mengalahkan Rudi. Maka Manny, Elle, Peaches, Sid, dan Diego pun menjalani kehidupan Ice Age mereka. Petualangan mereka turut diselingi dengan adegan-adegan kocak Scrat yang berebut biji dengan tupai betina. Akhirnya mereka saling jatuh cinta, melupakan si biji ek dan membangun rumah tangga di dalam pohon. Tapi saat Scrat melihat biji tersebut sangat kesepian, ia pun berlari meninggalkan si tupai betina.

Pembahasan...dengan masih menghadirkan tokoh-tokoh Ice Age 1 dan 2, kekonyolan yang terjadi tampaknya tak berbeda jauh dan begitu-begitu saja. Saran saya, supaya lebih seru cobalah tonton film ini dalam format 3D dan duduk di barisan ke-2 atau 3 dari bawah. Meski tanpa teks, anda bisa merasakan kehidupan dunia Ice Age dan bertemu dinosaurus.
Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu

Movie Review : Street Fighter : Legend of Chun-Li

Sesuai dengan judul lengkapnya Street Fighter Legend of Chun Li, film ini mengisahkan awal kehidupan Chun Li. Dikisahkan Chun Li kecil harus hidup berpindah-pindah karena pekerjaan ayahnya yang ia tak tahu pasti. Suatu hari, Balrog (Michael Clarke Duncan) dan orang-orang suruhan Bison (Neal McDonough) lainnya datang dan menculik ayah Chun Li. Chun Li dewasa (Kristin Kreuk) lalu meninggalkan rumahnya dan pergi berkelana untuk balas dendam kepada Bison.

Setelah pergi dari rumah, ChunLi mencari pria bernama Gen (Robin Shou) yang mengiriminya gulungan kuno. Dalam perjalanannya ia harus hidup menggelandang tanpa apapun. Saat ia berkelahi dengan kelompok preman, Chunli jatuh pingsan dan ditolong oleh Gen. Gen lalu mengajari ChunLi cara menggunakan kekuatannya untuk kebaikan dan bukan sekadar balas dendam. Selain ChunLi, Nash (Chris Klein) dan Maya (Moon Bloodgood), polisi Hongkong dan seorang detektif, juga mengejar Bison.

ChunLi lalu mendapat informasi bahwa Bison sedang menunggu kiriman yang diberi kode 'white rose'. ChunLi beserta kepolisian lalu menyusun rencana untuk menjebak Bison. 'White Rose' yang diinginkan Bison ternyata adalah seorang anak perempuan, anak Bison, 'wadah' Bison membuang segala sisi baik dari dalam dirinya, sehingga Bison tidak memiliki keraguan lagi untuk berbuat jahat. Meskipun belum jelas apa yang hendak lakukan pada Rose, polisi berhasil menyelamatkan Rose. ChunLi dan Gen bertarung dengan Bison. ChunLi lalu mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melumpuhkan Bison dan, akhirnya, membunuh Bison.

Pembahasan...saat anda menonton film ini, lupakan bahwa ChunLi adalah seorang wartawati, karena hal itu sama sekali tidak dibahas di sini, juga bahwa dalam film Street Fighter terdahulu Guile-lah yang membunuh Bison. Kenyataannya, di film ini, Bison mati di tangan (tepatnya kaki) ChunLi. Pemeran ChunLi sendiri yakni Kristin Kreuk yang telah terlebih dahulu dikenal lewat perannya sebagai Lana Lang dalam serial Smallville. Kristin Kreuk tampaknya kurang cocok berperan sebagai ChunLi karena tampangnya yang terlalu bule. Film ini juga kurang sukses di pasaran meskipun bertaburan bintang-bintang Hollywood. Mungkin beginilah nasib film yang diambil dari game terkenal, seperti halnya film Dragon Ball yang kurang sukses pula.
Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu

Rabu, 2009 Juli 15

Movie Review : Star Trek

Rabu, 2009 Juli 15
Awal mula kisah perjalanan Star Fleet menjelajahi alam semesta dimulai dalam film ini. Dibuka dengan pertarungan kapal USS Kelvin dengan kelompok Romulan yang dipimpin oleh Kapten Nero (Eric Bana). USS Kelvin kemudian diambil alih oleh George Kirk (Chris Hemsworth). Di saat bersamaan istri George akan melahirkan. Maka untuk menyelamatkan anaknya beserta seluruh awak pesawat lainnya yang sedang naik kapal penyelamat untuk melarikan diri, George rela tinggal di pesawat dan menabrakkan kapalnya ke pesawat Romulan. Anak yang lahir kemudian diberi nama Jim Kirk.

Jim Kirk yang masih bocah sering membuat masalah dan seenaknya. Begitu pula saat dewasa. Jim (Chris Pine) mendatangi sebuah bar dan menggoda Uhura (Zoe Saldana), seorang pelajar awak kapal antariksa. Jim lalu memutuskan untuk ikut serta menjadi pelajar untuk membuktikan bahwa dirinya mampu melebihi prestasi ayahnya. Dalam awak kapal itu turut bergabung Spock (Zachary Quinto). Spock di masa depan ternyata pernah menelantarkan sebuah planet yang akan hancur. Hal itu yang membuat Nero kemudian menaruh dendam pada Spock. Nero lalu menanam sebuah alat di planet asal Spock. Alat itu dapat membuat sebuah black hole yang akan menelan habis planet. Spock meneleport dirinya untuk menyelamatkan orang tua dan para tetua bangsanya. Malang, ibu Spock terjatuh dan hilang bersama planetnya. Saat Spock bersedih, Uhura-lah yang menghiburnya, sehingga kemudian mereka menjadi sepasang kekasih.

Jim lalu meminta Spock untuk tetap mengejar Nero, tapi Spock berkata mereka harus pulang dan mengumpulkan pasukan terlebih dahulu. Karena Jim tetap ngotot, Spock lalu melempar Jim ke sebuah planet asing. Di planet tersebut Jim sempat dikejar-kejar binatang buas (yang ga jelas bentuknya). Ia lalu diselpamatkan oleh seseorang. Tak disangka, orang tersebut adalah Spock masa depan yang juga didamparkan oleh Nero supaya Spock melihat planetnya hancur. Sama seperti Nero yang harus melihat planetnya hancur dan tak bisa berbuat apa-apa. Jim dan Spock masa depan lalu pergi ke markas Star Fleet yang terletak di planet itu.

Di sana mereka bertemu dengan Montgomery Scott (Simon Pegg). Dengan kemampuan Scott untuk melakukan teleport ke pesawat yang sedang warp, Jim dan Scott kembali ke kapal USS Enterprise. Di sana Jim memancing amarah Spock supaya Spock terbawa emosi dan menyerahkan kursi kapten pada Jim. Jim berhasil menjadi kapten. Ia lalu memerintahkan kapal untuk mengejar Nero dan menghancurkannya. Saat kapal Nero hampir hancur, muncul lubang hitam. Nero diberi kesempatan untuk menyerahkan diri oleh Kirk, tapi Nero menolaknya. Nero dan kapalnya lalu tersedot ke dalam lubang hitam sementara Kirk bersama USS Enterprise berhasil melarikan diri.

Pembahasan...buat penggemar serial star trek jadul, film ini pasti membangkitkan kenangan akan perjalanan para awak Star Fleet yang mencari kehidupan lain di luar bumi. Tentunya dengan spesial efek yang jauh lebih canggih dibanding serialnya dulu. Aktor Anton Yelchin yang bermain sebagai Pavel Chekov di film ini, adalah juga pemeran Kyle Reese di film Terminator Salvation. Mungkin anda takkan menyadari hal itu karena di Star Trek Yelchin berbicara dengan aksen Rusia yang sangat kental.
Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu

Movie Review : Terminator Salvation

Film seri Terminator yang keempat ini bercerita tentang John Connor yang kini telah dewasa dan, sama seperti film-film sebelumnya, lagi-lagi ia harus berhadapan dengan terminator yang dikirim untuk membunuh, dan sasarannya kali ini adalah seorang pemuda bernama Kyle Reese, yang nantinya akan menjadi ayah dari John Connor. Tujuannya, supaya di masa depan tak ada John Connor, pemimpin kaum pemberontak terminator.

John Connor (Christian Bale) bersama pasukannya sedang menjalani tugasnya menyusup ke markas Skynet, organisasi terminator. Mereka ingin membebaskan para tahanan manusia yang dijadikan percobaan oleh terminator. Tak sengaja, John melihat data Skynet bahwa mereka ingin menciptakan terminator terkuat yang pernah ada. Saat kembali ke markasnya, ia mendapat kabar bahwa para terminator sedang memburu seorang manusia bernama Kyle Reese (Anton Yelchin), yang kemudian diketahui bahwa ia adalah ayah John di masa depan dan John telah menduga alasan terminator memburu Kyle.

Di tempat lain, sesosok manusia muncul dari reruntuhan markas Skynet (belakangan diketahui bernama Marcus Wright (Sam Worthington)). Ia berjalan menuju kota yang tampaknya tak berpenghuni. Ternyata pasukan terminator telah meluluhlantakkan kota tersebut. Kedatangannya diketahui oleh terminator. Ia kemudian diselamatkan oleh Kyle Reese. Marcus yang sama sekali tak menyadari keadaan di bumi ternyata adalah setengah robot setengah manusia, yang baru bangkit setelah dulu sempat meninggal dan diganti tubuhnya dengan bagian robot. Hal ini yang membuat John sempat tidak menerima Marcus karena kebenciannya pada robot. Tetapi saat Marcus berjanji akan membantu John menyelamatkan Kyle yang tengah diculik, John membebaskan Marcus.Marcus berhasil masuk ke markas Skynet. Setelah memberi tahu John tempat sel Ryan ditahan, Marcus ingin mematikan sistem komputer Skynet. Saat itulah ia diberi tahu oleh sistem Skynet bahwa ia sebenarnya dikirim untuk membunuh John. Tapi Marcus tak terpengaruh dengan hal itu dan kemudian membantu John menyelamatkan Kyle dan membunuh (tepatnya mematikan) terminator T-800 (dalam wujud Arnold Schwazenegger), cikal bakal terminator yang nantinya akan dikirim ke masa lalu, serta menghancurkan markas Skynet.

Pembahasan...film yang telah lamaaaaaaaa sekaliiiiiii tayang ini (maap telat banget resensinya) sengaja saya ulas singkat dan (mungkin terlalu) padat. Letak kehebohan film ini memang di special effectnya yang agak-agak mirip transformers. Selain itu robot-robot yang muncul juga tak hanya dalam rupa Arnold sang terminator, tapi juga ada robot pesawat dan motorobot (robot raksasa yang kakinya bisa jadi motor beroda 1). Sosok Arnold sendiri yang sudah sangat melekat sebagai terminator hanya muncul beberapa detik (dan kemunculan pertamanya pasti tanpa busana) sebelum meleleh menjadi kerangka robot. Mungkin tak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya sosok Arnold tersebut dimainkan oleh Roland Kinkinger, yang juga bermain sebagai Arnold dalam film 'See Arnold Run'.
Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu

Selasa, 2009 Juli 07

Jeruk Bali Cegah Penyakit Jantung!

Selasa, 2009 Juli 07

HAMPIR semua orang kenal dengan jeruk Bali. Bentuk dan rasanya yang khas bahkan kulitnya yang tebal kerap dijadikan mainan si kecil. Namun siapa sangka jika buah tersebut bermanfaat bagi kesehatan?

Kandungan pectin dalam jeruk bali lebih banyak dibanding jeruk lainnya. Pectin inilah yang mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung. Kenyataan tersebut diungkapkan oleh peneliti asal Israel dengan melibatkan 57 orang dengan kadar kolesterol tinggi dan baru mengalami operasi bypass pembuluh darah koroner.

Kandungan lemak yang sangat tinggi menyebabkan tubuh pasien kebal terhadap obat-obatan yang biasa dipakai untuk menurunkan kolesterol.

Nah, pasien yang diberi jeruk Bali berdaging buah merah dan putih terbukti mengalami penurunan lemak darah, sedangkan pasien yang tidak diberi jeruk Bali sama sekali tidak mengalami perubahan apapun.

Daging jeruk Bali yang berwarna merah disinyalir lebih efektif menurunkan kadar lemak darah, khususnya trigliserida. Kandungan likopen pada jeruk Bali pun nyatanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan ekstraknya pun mengandung antibakteri dan antioksidan yang bisa melancarkan sistem lambung. Temuan-temuan ini dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. So Moms, melihat begitu banyak manfaatnya, rasanya jeruk Bali wajib masuk dalam daftar belanja bulanan Anda selanjutnya, ya!

Sumber
Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu

Sabtu, 2009 Juli 04

Menjual Sandal

Sabtu, 2009 Juli 04
Menjual Sandal yg ikatannya mirip dengan bentuk ular. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah





Harga : Rp 155.000,-
Belum termasuk ongkos kirim 
Bagi yg berminat silahkan email di : wayan.aditya@gmail.com
END OF POST. THERE IS NO MORE


Mau tahu lanjutannya ? Klik dulu
 
◄Modified by Do Belog
◄Design by Pocket ►